MIU Login

Era AI dan Globalisasi: Literasi Digital serta TQA Jadi Kompetensi Wajib Mahasiswa

SASING – (7/11/2025) Penguasaan teknologi digital dan kemampuan asesmen kualitas terjemahan menjadi kompetensi kunci bagi mahasiswa Humaniora di era akademik dan profesional yang semakin terintegrasi dengan teknologi. Hal tersebut ditekankan oleh Erlan Aditya Ardiansyah, M.Hum., dosen Sastra Inggris UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dalam kegiatan Guest Lecture bertajuk “ICT in EFL Learning” yang digelar di Laboratorium Bahasa 2 Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Rabu (5/11).

Erlan menegaskan bahwa literasi digital bukan lagi sekadar keterampilan tambahan, tetapi kebutuhan mendasar dalam proses pembelajaran modern. Ia mengajak mahasiswa untuk aktif memanfaatkan perangkat digital mulai dari komputer, aplikasi pengolah kata, platform pembelajaran, hingga perangkat lunak kreatif sebagai sarana berpikir kritis, produktivitas, dan komunikasi akademik.

“Teknologi bukan hanya alat bantu, tetapi fondasi penting dalam pembelajaran bahasa dan asesmen. Mahasiswa harus berani bereksplorasi, bertanya, dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kompetensinya,” tegasnya.

Selain membahas aspek teknologi pembelajaran, Erlan juga menyoroti pentingnya Translation Quality Assessment (TQA) dalam dunia kebahasaan. Menurutnya, TQA merupakan proses penting yang memastikan hasil terjemahan tidak hanya akurat secara leksikal, tetapi juga relevan secara konteks, logis dalam penyampaian pesan, dan komunikatif bagi pembaca.

Kompetensi ini dinilai semakin strategis di era global, ketika kebutuhan tenaga profesional penerjemah meningkat di berbagai sektor seperti media, riset, bisnis internasional, hingga diplomasi budaya.

Tidak hanya berbicara mengenai konsep teoritis, Erlan turut memperkenalkan pemanfaatan perangkat digital seperti Microsoft Office dan Adobe InDesign sebagai keterampilan yang mampu memperluas kapasitas mahasiswa Humaniora dalam berkarya. Melalui penguasaan perangkat tersebut, mahasiswa tidak hanya mampu menghasilkan karya tulis ilmiah dan laporan profesional, tetapi juga produk kreatif seperti buku, jurnal, buletin, hingga konten publikasi visual yang berkualitas tinggi. Menurutnya, integrasi keterampilan bahasa dan kemampuan desain menjadi nilai tambah yang semakin diperlukan dalam ekosistem akademik dan industri kreatif saat ini.

Erlan menutup sesi dengan menekankan pentingnya keberanian eksplorasi, kreativitas, dan praktik berkelanjutan. Ia mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pengguna pasif teknologi, tetapi aktor aktif yang mampu memanfaatkan berbagai media digital untuk inovasi, riset, dan karya akademik. Melalui pemahaman linguistik, kecakapan digital, dan pengalaman praktik, mahasiswa Humaniora diharapkan dapat tampil sebagai generasi akademik yang adaptif, kompetitif, dan siap bersaing dalam ruang global yang dinamis.

Kegiatan Guest Lecture ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Sastra Inggris dan menjadi salah satu komitmen Fakultas Humaniora untuk memperkuat literasi teknologi, kompetensi global, dan kesiapan profesional mahasiswa dalam menghadapi tantangan masa depan. (al)

اترك تعليقاً

لن يتم نشر عنوان بريدك الإلكتروني. الحقول الإلزامية مشار إليها بـ *

Berita Terkait