MIU Login

Mahasiswa Cinema Sastra Inggris Boyong Juara 3 Ajang Film Nasional

SASING – (27/10/2025) Mahasiswa Sastra Inggris Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menorehkan prestasi membanggakan. Tim mahasiswa yang tergabung dalam komunitas Human Film berhasil meraih Juara 3 dalam ajang Vlog Competition yang menjadi rangkaian ADIA International Festival di UIN Raden Mas Said Surakarta, Selasa (22/7). Festival ini digelar oleh Asosiasi Dosen Ilmu-Ilmu Adab (ADIA) dengan mengusung tema “Cultural Resilience and Digital Literacy for a Diverse Society.”

Karya yang mengantarkan mereka pada kemenangan berjudul “Wadah Rasa – Vol. 2 Malang.” Vlog ini merupakan film dokumenter yang lahir dari keresahan sekaligus kecintaan pada budaya lokal. Dengan narasi yang kuat serta sinematografi yang rapi, Human Film mampu menghadirkan dokumenter yang tidak hanya menampilkan keindahan budaya, tetapi juga mengajak penonton untuk menjaga identitas di tengah derasnya arus digitalisasi.

Menurut penilaian dewan juri, karya Human Film menonjol dalam hal kedalaman wawancara, teknik pengambilan gambar, hingga alur cerita yang terbangun dengan matang. Semua aspek produksi menunjukkan keseriusan dan profesionalisme mahasiswa dalam berkarya. Namun, durasi video yang sedikit melebihi batas maksimal tujuh menit menjadi catatan tersendiri, sehingga tim harus puas berada di posisi ketiga.

Meski demikian, capaian ini tetap disambut dengan penuh kebanggaan. Mahrus Ali, dosen pembina, menyatakan apresiasinya. “Kami bangga atas capaian mahasiswa yang meraih juara 3 ADIA Fest ini. Vlog tersebut awalnya hanyalah tugas kuliah, namun dengan kreativitas dan kerja keras, berkembang menjadi karya kompetitif yang diakui di level internasional,” ungkapnya. Ia menambahkan, ruang eksplorasi semacam ini memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk melahirkan narasi budaya yang autentik. 

Perjalanan produksi vlog ini tidaklah mudah. Di tengah kesibukan menyelesaikan tugas akhir, tim harus menghadapi berbagai kendala. Saat melakukan wawancara di museum, misalnya, kamera yang digunakan sempat mati mendadak. Bahkan, untuk menuntaskan proyek ini, mereka harus patungan masing-masing Rp 50.000,-. Namun, keterbatasan justru menjadi energi pendorong bagi Human Film untuk menghasilkan karya yang menyentuh dan penuh makna.

Prestasi mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab tersebut menjadi motivasi besar bagi komunitas cinema di Fakultas Humaniora. Human Film diharapkan terus berani mengeksplorasi, bereksperimen, dan mengekspresikan gagasan melalui karya kreatif. Bagi masyarakat yang ingin menikmati karya mereka, Human Film aktif berbagi konten melalui kanal YouTube @cinemabsa21. (unr)

اترك تعليقاً

لن يتم نشر عنوان بريدك الإلكتروني. الحقول الإلزامية مشار إليها بـ *

Berita Terkait