SASING – (28/10/2025) Dosen Sastra Inggris Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Mira Shartika, M.A. TESL., mendorong mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta untuk memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) secara kritis dan bertanggung jawab dalam penulisan skripsi. Hal ini ia sampaikan dalam seminar bertajuk “Smart Writing – Leveraging AI for Successful Undergraduate Thesis” yang digelar pada Selasa, 7 Oktober 2025, di Prof. Abdul Ghani Theatre.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini diikuti sekitar 100 mahasiswa semester tujuh, yang tengah mempersiapkan proposal skripsi mereka. Seminar dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Ida Farida, MLIS., yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya literasi digital dan kemampuan menulis akademik adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Dalam pemaparannya, Mira Shartika menjelaskan konsep Smart Writing sebagai pendekatan menulis akademik yang cerdas dan berintegritas memadukan kemampuan berpikir kritis dengan strategi pemanfaatan teknologi AI secara etis.
Menurutnya, AI dapat menjadi mitra intelektual yang membantu mahasiswa di berbagai tahapan penulisan skripsi, mulai dari perumusan topik, peninjauan pustaka, pemilihan metodologi, analisis data, hingga perbaikan gaya bahasa akademik.
Ia memperkenalkan sejumlah alat bantu populer seperti ChatGPT, Grammarly, Quillbot, Zotero, Mendeley, Turnitin, Canva, dan Scopus AI. Dalam sesi praktik, Mira membimbing mahasiswa mencoba langsung Scopus AI untuk menilai orisinalitas judul serta menemukan research gap yang relevan dengan penelitian mereka.

“AI doesn’t replace your brain, it amplifies your potential,” tegas Mira, seraya mengingatkan bahwa teknologi seharusnya memperkuat kemampuan berpikir, bukan menggantikannya.
Untuk menjaga semangat peserta di tengah sesi yang padat, Mira menghadirkan ice breaking unik berupa dance K-Pop singkat dan “Tepuk Smart Writing” yang berhasil menciptakan suasana ceria dan interaktif. Aktivitas ini menjadi simbol keseimbangan antara berpikir kritis dan kreatif dalam proses belajar akademik.
Turut hadir dalam acara tersebut Kaprodi Sastra Inggris, Inayatul Chusna, M.Hum., Sekprodi, Dr. M. Agus Suriadi, S.Pd., M.Hum., serta sejumlah dosen Sastra Inggris yang mendukung penuh terselenggaranya kegiatan ini.
Di akhir sesi, Mira memperkenalkan akronim SMART (Source-based, Mindful, Analytical, Responsible, dan Thoughtful) sebagai panduan etis bagi mahasiswa dalam menulis karya ilmiah di era kecerdasan buatan.
Seminar ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran mahasiswa untuk menggunakan AI secara bijak dan reflektif, serta membekali mereka dengan kemampuan menulis akademik yang relevan, kreatif, dan berintegritas tinggi di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. (unr)





