MIU Login

7 Dosen Sastra Inggris Presentasikan Artikel di Konferensi Internasional TEFLIN 2025

SASING – (23/10/2025) Tujuh dosen Sastra Inggris Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berhasil menorehkan prestasi akademik dengan mempresentasikan artikel ilmiah mereka dalam konferensi Internasional The Association of Teaching English as a Foreign Language in Indonesia (TEFLIN) ke-71, yang diselenggarakan pada 8–10 Oktober 2025 di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya (UB) Malang.

Konferensi tahunan bergengsi ini menjadi wadah bagi para pendidik, peneliti, dan praktisi bahasa dari seluruh dunia untuk berbagi hasil riset dan inovasi dalam bidang pengajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing. Tahun ini, TEFLIN mengangkat tema yang sangat relevan dengan arah kebijakan pendidikan nasional, yakni “Deep Learning and Artificial Intelligence in English Language Teaching in the Digital Era”.

Dari Fakultas Humaniora, tujuh dosen yang menjadi pemakalah di forum internasional tersebut adalah Dr. Istiadah dengan artikel “The Irony of Life of Female Breadwinner in Okky Madasari’s The Tears of The Voiceless”, Ulil Fitriyah dengan artikel “Navigating Language and Culture in Digital Spaces: Intercultural Pragmatics Challenges in EFL Students’ Online Shop Simulations”, Rohmani Nur Indah dengan artikel “Artificial Intelligence Issues in Psycholinguistics Studies”, Habiba Al Umami, Deny Efita Nur Rakhmawati, dan Muzakki Afifuddin dengan artikel kolaboratif “Can Machines Feel Stories? A Comparative Discourse Analysis of Human and AI Responses to Film Narratives”, dan Syamsudin dengan artikel “Enhancing EFL Learners’ Speaking Skills through Digital Storytelling: Impacts on Linguistic Components and Learning Motivation”.

Partisipasi aktif para dosen Humaniora ini menegaskan peran UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam jejaring akademik internasional, khususnya pada bidang pengajaran bahasa dan kajian linguistik yang berbasis riset inovatif.

Konferensi TEFLIN ke-71 tahun ini diikuti oleh lebih dari 650 peserta dari 13 negara, antara lain Malaysia, India, Pakistan, Australia, Vietnam, Mesir, Jepang, Inggris, Tiongkok, Amerika Serikat, Kanada, dan Indonesia. TEFLIN juga menggandeng berbagai organisasi internasional dari Jepang, Thailand, Malaysia, Singapura, dan Brasil, menjadikannya sebagai forum ilmiah multikultural yang kaya perspektif.

Kehadiran para dosen Fakultas Humaniora dalam ajang internasional ini mencerminkan komitmen fakultas untuk terus memperkuat tradisi riset, kolaborasi global, dan publikasi ilmiah. Melalui penelitian-penelitian yang mengintegrasikan isu kebahasaan, budaya, dan teknologi kecerdasan buatan, para dosen tidak hanya berkontribusi pada pengembangan keilmuan linguistik, tetapi juga membuka ruang dialog baru tentang bagaimana AI dan humaniora dapat saling memperkaya.

Dengan semangat akademik yang tinggi, Fakultas Humaniora bertekad untuk terus mendukung para dosen dalam melakukan riset kolaboratif dan mempublikasikan hasil penelitiannya di forum internasional. Keterlibatan aktif dalam TEFLIN 2025 menjadi bukti nyata bahwa dosen Humaniora siap berkiprah di panggung global, membawa semangat riset UIN Malang menuju reputasi internasional. (unr)

发表回复

您的邮箱地址不会被公开。 必填项已用 * 标注

Berita Terkait