MIU Login

Bahas Bahasa dan Kekuasaan, Dr. Zouhir Gabsi dari Australia Kupas Wacana Politik dan Agama

SASING – (22/10/2025) Program Studi Sastra Inggris (Sasing) Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menggelar forum akademik internasional bergengsi bertajuk International Scholar Engagement (ISE), menghadirkan akademisi asal Australia, Dr. Zouhir Gabsi dari Deakin University, pada Rabu (22/10).

Kegiatan ini mengusung tema menarik dan relevan dengan situasi global saat ini, “Language (Spoken and Unspoken) and Discourse Analysis: Manufacturing Consent in Political and Religious Narratives”.

Dekan Fakultas Humaniora, Dr. M. Faisol, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai ruang intelektual bagi mahasiswa untuk memahami kekuatan bahasa yang tak sekadar alat komunikasi, tetapi juga instrumen ideologis yang mampu membentuk persepsi publik.

“Bahasa tidak pernah netral. Di balik setiap ujaran dan teks, selalu ada konstruksi makna yang dapat memengaruhi cara kita berpikir, bersikap, bahkan mempercayai sesuatu. Melalui forum seperti ini, mahasiswa Humaniora diajak berpikir kritis terhadap wacana yang hadir di ruang publik,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Dr. Zouhir Gabsi menjelaskan bahwa bahasa baik yang diucapkan (spoken) maupun yang tidak diucapkan (unspoken) memiliki kekuatan luar biasa dalam membangun dan mempertahankan kekuasaan. Melalui analisis wacana, seseorang dapat menyingkap makna terselubung, ideologi, dan motif kekuasaan di balik teks atau narasi politik dan keagamaan.

“Analisis wacana membantu kita membaca di balik kata-kata — memahami motif, ideologi, dan kekuatan yang tersembunyi dalam setiap narasi. Kemampuan ini penting bagi generasi muda, terutama di era di mana informasi dan disinformasi saling bercampur,” tutur Dr. Zouhir.

Ia juga menekankan pentingnya discourse literacy (literasi wacana) sebagai keterampilan utama mahasiswa humaniora, agar mampu menavigasi arus informasi yang kompleks, bias, dan sering kali manipulatif.

Suasana forum berlangsung interaktif dan dinamis. Para mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan seputar bagaimana analisis wacana dapat diterapkan dalam konteks sosial, politik, dan media di Indonesia. Antusiasme peserta mencerminkan semangat intelektual dan minat tinggi terhadap isu relasi antara bahasa, ideologi, dan kekuasaan.

Dengan terselenggaranya kegiatan International Scholar Engagement ini, Fakultas Humaniora kembali menegaskan komitmennya sebagai ruang pengembangan intelektual yang terbuka dan kritis. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata bahwa mahasiswa Humaniora tidak hanya diajarkan how to speak English well, tetapi juga how to think critically through language, memahami makna dan kekuatan di balik setiap ujaran dan wacana. (unr)

发表回复

您的邮箱地址不会被公开。 必填项已用 * 标注

Berita Terkait