{"id":12341,"date":"2025-11-06T07:04:59","date_gmt":"2025-11-06T07:04:59","guid":{"rendered":"https:\/\/bsi.uin-malang.ac.id\/?p=12341"},"modified":"2025-11-06T07:04:59","modified_gmt":"2025-11-06T07:04:59","slug":"eksplorasi-dinamika-sastra-amerika-bersama-uin-sunan-gunung-djati-bandung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bsi.uin-malang.ac.id\/zh\/eksplorasi-dinamika-sastra-amerika-bersama-uin-sunan-gunung-djati-bandung\/","title":{"rendered":"Eksplorasi Dinamika Sastra Amerika Bersama UIN Sunan Gunung Djati Bandung"},"content":{"rendered":"<p><strong>SASING<\/strong> \u2013 (6\/11\/2025) Program Studi Sastra Inggris Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menggelar forum akademik inspiratif melalui <em>Guest Lecture<\/em> bertemakan <em>\u201cHistory of American Literature\u201d<\/em> pada Rabu (5\/11). Kegiatan ini diselenggarakan di Laboratorium Bahasa 2 dan diikuti oleh mahasiswa Program Studi Sastra Inggris.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Guest lecture <\/em>ini merupakan bagian dari pengayaan perkuliahan yang dipandu oleh Dr. Syamsudin, M.Hum. Dalam kesempatan ini, Fakultas Humaniora menghadirkan Yoga Sudarisman, M.A., dosen Sastra Inggris dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung, sebagai narasumber tamu.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-05-at-12.41.38-1024x768.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-8641\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Dalam pemaparannya, Yoga Sudarisman mengajak mahasiswa menelusuri perjalanan panjang perbedaan perkembangan sastra Inggris dan Amerika dari masa ke masa. Sastra Inggris berakar sejak abad ke-5 melalui periode <em>Old English<\/em>, sedangkan sastra Amerika baru berkembang pada abad ke-17 melalui masa <em>Colonial atau Puritan Age<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSastra Inggris lebih dulu membentuk tradisi klasik yang kuat, sementara sastra Amerika tumbuh dari semangat kebebasan dan realitas sosial,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa meski berbeda latar sejarah, keduanya bertemu dalam semangat modernisme dan postmodernisme yang menonjolkan kebebasan ekspresi dan eksplorasi makna. \u201cBelajar sastra bukan sekadar membaca teks, tetapi juga membaca zaman di mana teks itu lahir,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/humaniora.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-05-at-14.06.59-1024x768.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-8642\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Sementara itu, Dr. Syamsudin, M.Hum. menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai bentuk kolaborasi akademik antarperguruan tinggi. Ia menilai bahwa kehadiran dosen tamu memberikan perspektif baru dan memperkaya pengalaman belajar mahasiswa.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKegiatan ini diharapkan menumbuhkan semangat berpikir kritis dan apresiasi terhadap keberagaman perspektif dalam kajian sastra, khususnya sastra Amerika yang memiliki kompleksitas tema dan sejarah,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Mahasiswa peserta tampak antusias mengikuti sesi diskusi. Mereka aktif mengajukan pertanyaan seputar pengaruh feminisme, multikulturalisme, dan realisme dalam perkembangan sastra Amerika modern.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui kegiatan seperti ini, Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus berkomitmen memperkuat jejaring akademik sekaligus memperkaya wawasan mahasiswa dalam memahami dunia sastra global secara lebih mendalam dan kontekstual. <strong>(unr)<\/strong><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SASING \u2013 (6\/11\/2025) Program Studi Sastra Inggris Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menggelar forum akademik inspiratif melalui Guest Lecture bertemakan \u201cHistory of American Literature\u201d pada Rabu (5\/11). Kegiatan ini diselenggarakan di Laboratorium Bahasa 2 dan diikuti oleh mahasiswa Program Studi Sastra Inggris. Guest lecture ini merupakan bagian dari pengayaan perkuliahan yang dipandu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12342,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-12341","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bsi.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12341","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bsi.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bsi.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bsi.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bsi.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12341"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bsi.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12341\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12343,"href":"https:\/\/bsi.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12341\/revisions\/12343"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bsi.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12342"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bsi.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12341"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bsi.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12341"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bsi.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12341"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}