MIU Login

Dosen Sastra Inggris Sukses Garap Naskah Film Layar Lebar, “Tak Kenal Maka Tak Taaruf” Segera Tayang di Bioskop

SASING – (21/10/2025) Dosen Sastra Inggris Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Whida Rositama, M.Hum., kembali menorehkan prestasi membanggakan di dunia perfilman nasional melalui karyanya sebagai penulis skenario film “Tak Kenal Maka Tak Taaruf.” Diadaptasi dari novel karya Mim Yudiarto, film ini menggabungkan kisah cinta remaja dengan nilai-nilai moral dan religius, menawarkan nafas segar di tengah dominasi film bertema percintaan modern. Film sarat pesan islami ini akan tayang di bioskop pada November 2025, siap menjadi tontonan sekaligus tuntunan bagi masyarakat Indonesia.

Sebagai penulis skenario, Whida mengungkapkan bahwa keterlibatannya dalam proyek film ini merupakan bentuk ekspresi kreatif sekaligus kontribusi akademisi di ranah industri kreatif.

“Menulis skenario film adalah cara untuk menghidupkan cerita melalui medium visual yang bisa menjangkau khalayak luas. Melalui film, pesan sosial, budaya, dan moral dapat disampaikan dengan lebih efektif, terutama kepada generasi muda,” ujarnya.

Menurut perempuan kelahiran Kota Semarang ini, dunia penulisan skenario membuka ruang bagi pengembangan daya imajinasi dan kreativitas yang relevan dengan kebutuhan industri kreatif masa kini.

“Inovasi dalam menulis tidak selalu soal teknologi, tapi juga tentang bagaimana kita menghadirkan ide-ide orisinal yang menyentuh sisi kemanusiaan dan tetap memiliki daya tarik komersial,” imbuhnya.

Film Tak Kenal Maka Tak Taaruf sendiri bercerita tentang Zoya, seorang mahasiswi kedokteran yang memiliki prinsip kuat untuk tidak berpacaran dan menderita philophobia atau takut jatuh cinta. Pertemuannya dengan Faris, mahasiswa teknologi kelautan sekaligus vokalis kampus, menjadi titik balik dalam kehidupannya. Dari semula tak suka, Zoya perlahan belajar memahami arti cinta yang sehat dan bernilai.

Film ini dibintangi oleh Saskia Chadwick sebagai Zoya, Fadi Alaydrus sebagai Faris, dan Dinda Mahira sebagai Cleopatra. Kisahnya menyoroti nilai-nilai pergaulan remaja yang sehat dengan konsep ta’aruf sebagai alternatif hubungan tanpa pacaran yang berlebihan.

Sementara itu, Dekan Fakultas Humaniora, Dr. M. Faisol, turut mengapresiasi prestasi dosen yang juga dikenal sebagai entrepreneur itu.

“Kami sangat bangga dengan pencapaian Bu Whida. Ini adalah bukti nyata bahwa dosen Fakultas Humaniora mampu berkontribusi di dunia industri kreatif tanpa meninggalkan nilai-nilai akademis. Semoga prestasi ini menginspirasi mahasiswa dan dosen lainnya untuk terus berkarya,” ungkapnya.

Keterlibatan Whida Rositama dalam dunia perfilman tidak hanya memperkaya kiprahnya sebagai akademisi, tetapi juga menunjukkan bahwa perguruan tinggi dapat berperan aktif dalam membangun ekosistem kreatif nasional. Dengan karya yang menggabungkan nilai moral, budaya, dan estetika sinema, film Tak Kenal Maka Tak Taaruf diharapkan menjadi contoh positif bagaimana karya sastra dan akademik dapat bertransformasi menjadi tontonan bermakna bagi publik. (unr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait